Nilai hidup manusia ditentukan oleh aqidahnya dan perjuangannya menegakkan aqidah itu. Aqidah bukanlah soal otak, dia adalah soal jiwa. Otak atau akal hanyalah semata-mata alat dari pada jiwa yang penuh dengan aqidah. Apabila jiwa telah dipenuhi oleh aqidah, seluruh diripun jatuh ke bawah perintahnya sehingga gerak dan gerik , melangkah dan tertegun, maju atau mundur tak dapat lagi melepaskan diri dari pengaruh aqidah itu. Puncaknya segala aqidah adalah iman kepada Allah, bertambah mendalam iman kepada Allah, bertambah mendalam diri kepada cinta-Nya. Kita tidak menampak lagi satu kekuasaanpun selain dari kekuasaan-Nya. Ditangan-Nya lah terpegang tampuk langit dan bumi, hanya dia yang sanggup memberi manfaat atau mudharat, memberi atau menahan, menaikkan atau menurunkan.
Tidak seorangpun jua betapapun luas kekuasaannya dan tinggi kedudukannya yang dapat mengisi hati seorang muslim selain dari Allah. Jia dan raganya, hati dan jantungnya dipenuhi hanya oleh satu kalimat...Allah, tak ada tempat sedikitpun buat yang lain. Aqidahnya kepada Allah menyebabkan seorang muslim tidak mengharapkan yang lain dan tidak menakuti yang lain. Ia tidak pernah merasa kesepian walaupun kelihatan dia tidak akan mau menjual aqidahnya itu, sebab menurut keyakinannya inilah kekayaan yang menjadi sambungan di antara hidupnya yang sekarang dengan hidupnya yang akan datang. Aqidah inilah yang menyebabkan dia tidak takut menghadapi maut, sebab maut keyakinannya adalah dinding tipis belaka yang menolong membebaskannya dari hidup fana menuju hidup baqa. Walaupun sudah hancur tulangnya menjadi tanah, namun dia masih tetap hidup. Gilalah orang yang hendak mencoba menukar aqidah itu dengan benda.
Selengkapnya...
Selasa, 26 Agustus 2008
"Hikmah Kehidupan" from Hamka
Rabu, 23 April 2008
Falsafah Lebah
Lebah adalah binatang yang mempunyai sengat. Sengat itulah satu-satunya alat pertahanan hidup mereka. Pada umumnya, alat itu hanya dipakaikan sebagai satu sikap defensif mempertahankan diri apabila diganggu orang.
Binatang lebah itujuga terbang berkerumun. Biasanya mereka hinggap bersama-sama diatas kayu. Mereka membuat sarang diatas dahan kayu itu.
Setelah beberapa ekor lebag mendiami sarang tersebut, mereka terbang pula mencari dahan kayu (tempat) yang lain, membuat sarang lagi ditempat yang baru itu. Demikianlah kehidupan lebah dari masa ke masa.
Dalam sarang itu, mereka meninggalkan madu, yang kemudian diambil oleh manusia, dimanfaatkan dan dinikmati oleh orang yang bersangkutan, bahkan melimpah pula nikmat itu kepada orang lain.
Peristiwa tersebut hendaklah menjadi I’tibar bagi umat manusia, bahwa setiap tempat yang pernah ditinggali, hendaklah ditinggalkan bakti dan jasa, yang berfungsi laksana madu, yang dapat dirasakan (dikenang) oleh penghuni-penghuni (generasi) yang akan datang.
Selengkapnya...
Falsafah Anai-anai
Anai-anai adalah binatang yang hidup bersembunyi di waktu siang hari didalam lobang-lobang tanah. Apabila sudah datang malam, barulah binatang itu keluar berkeliaran. Mereka berkerumun mencari cahaya lampu yang terang, dimana ada lampu, anai-anai tersebut terbang berkerumun untuk menikmati sinar lampu yang memancar itu. Semakin dekat semakin rasakan nikmat, tanpa menghiraukan akibat panas cahaya lampu itu.
Setelah beberapa saat berputar-putar disekitar cahaya lampu yang panas itu, akhirnya anai-anai itu merasa bahagia sebab telah berhasil menikmati cahaya yang terang.
Dalam kehidupan manusia, cahaya lampu itu dapat diibaratkan laksana kemerdekaan, kebebasan, keadilan, kebenaran dan nilai-nilai lainnya yang setaraf dengan itu. Banyak manusia yang jatuh, tersungkur dan akhirnya tewas karena berjuang mencari nilai-nilai itu. Tapi, rohaninya merasa puas dan tentram, sebab telah dapat menjadi perintis mendekati cahaya kemerdekaan yang hasilnya baru akan dikecap oleh generasi yang akan datang kemudian.
Selengkapnya...
Selasa, 22 April 2008
Hati
·Sabda Rasulullah : “Sesungguhnya perbuatan baik itu memiliki cahaya (yang bersinar)di dalam hati, keindahan (yang terlukis ) di raut wajah dan kekuatan dalam beraktivitas. Dan sesungguhnya kesalahan itu (membuat nila) hitam didalam hati, sifat malas untuk beraktivitas dan noda (menggores) wajah”.
·Hati itu seperti bejana. Apabila dia dipenuhi dengan kebenaran maka akan bertambah cahaya kebenaran tersebut dianggota badan dan apabila dipenuhi dengan kebatilan maka akan nampak pengaruh gelapnya dianggota badan.
·Kiat agar hati salamat (Ibrahim ibn al-Hasan, berkata: “Mengasingkan diri, tidak banyak bicara dan tidak hanyut mendengarkan obrolan manusia. Selain itu hendaklah tidak menambatkan hati dengan dosa dan iri hati serta memberikan maaf kepada orang yang telah menzaliminya.”
·“Penyakit tubuh itu adalah sakit yang menyerangnya, sedangkan penyakit hati adalah dosa yang dilakukannya. Kalau tubuh tidak bisa merasakan nikmatnya hidangan yang disantap ketika sakit, maka begitu juga dengan hati tidak akan merasakan manisnya ibadah ketika masih ada dosa di dalamnya. (Yahya ibn Mu’adz)
·“Apabila hati tidak digunakan pada kodrat yang telah diciptakan untuk dia, yaitu untuk memikirkan hal-hal yang dapat menarik kepada maslahat di dunia akhirat sekaligus menjauhi kerusakan, maka dia akan tidak berfungsi dan intisarinya akan tertutup. Jika dia dibuat untuk melakukan perbuatan yang bisa membuatnya menjadi gelap, seperti minum-minuman keras, banyak tidur dan sering lupa kepada Allah, maka hati tersebut akan berkarat seperti besi yang bisa menyebabkan dia rusak.” (Ahli hikmah)
·Obat anti karat untuk hati :
Membaca al-Qur’an, memperbanyak dzikir, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, mengingat mati, jangan makan terlalu banyak, shalat malam, duduk bersama-sama orang-orang shaleh.
·Modal utama adalah hati dan waktumu. Jangan disibukkan hatimu dengan prasangka-prasangka dan jangan sia-siakan waktumu untuk perkara yang tidak berguna. Jika demikian kapan kamu bisa mendapatkan untung dari modal yang kamu miliki?” (M. Ibn Hatim al Turmudzy)
·Diantara indikasi matinya hati ialah tak bersedih hati ketika terlewat ketaatan dan tidak menyesal atas ketergelinciran pada perbuatan-perbuatan dosa.” (Ibnu Athailah).
·“Tubuh kita ini selalu melewati 6 keadaan : sehat, sakit, mati, hidup, tidur dan bangun. Begitupula ruh. Hidupnya hati dengan bertambah ilmu, sedangkan matinya akibat tidak adanya ilmu. Sehatnya hati karna keyakinan, sedangkan sakitnya karna keraguan. Tidurnya hati akibat kelalaian sedangkan bangunnya dengan zikir”. (Ali bin Abi Thalib)
·Hati itu hidup karna keimanan, sedang matinya karna kekufuran, sehatnya karna ketaatan, sedangkan sakitnya karna terus menerus berbuat durhaka. Berjaganya dengan zikrullah, sedangkan tidurnya karna kelalaian.”(Hakim at Tirmidzy)
·Duduk-duduklah engkau dengan ulama dan berdesak-desaklah kepada mereka dengan dua lututmu, karena sesungguhnya hati itu hidup dengan pengetahuan yang tinggi sebagaimana tanah mati hidup dengan banjir dari hujan.”(Lukmanul Hakim).
·Jagalah Hati
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian bersih pikiran akan jernih
Semangat hidupkan gigih prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh bathin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh dengan Allah kian jauh
Bila hati kian suci tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati ciri mukmin sejati
Tapi bila hati busuk pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk jadi makhluk terkutuk
Bila hati kian lapang hidup susah tetap senang
Walau kesulitan datang dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit segalanya jadi rumit
Seakan hidup terhimpit lahir batin terasa sakit.
Bila hati kian bening , ingat Allah amat sering
Air mata tak pernah kering, munajat dikala hening
Tapi bila hati nista, berkatapun penuh dusta
Hina diperbudak harta, jadi malaptaka
Bila hati bertawadhu’, hidup indah semanis madu
Akhlaknya menawan qalbu, berpisahpun selalu di rindu
Namun bila hati takabur, dadanya berdebur-debur
Seakan sehebat guntur, akhirnya masuk kubur
(Syair : Aa’ Gym)
Selengkapnya...
Minggu, 06 Januari 2008
Hikmah kehidupan II (from Hamka)
* Empat perkara yang menimbulkan cinta : muka jernih, ringan tangan, mencari persesuaian, sama di mulut dengan di hati.
* Empat perkara alamat budiman : menjauhi cakap kosong, menjaukan tangan dari mengganggu, cepat memberikan penghargaan, lambat baru menjauhkan tuduhan.
* Empat perkara alamat durjana : membuka rahasia kawan, memungkiri janji , mempergunjingkan orang, menyakiti tetangga.
* Empat hilang karena empat : Pandai menutupi kemiskinan, ridha dengan kekuatan karena mencari musuh, hilang kekuasaan karena kelalaian, hilang kesempatan karena memandang ringan.
* Empat macam perkara dipantangkan oleh empat macam orang : Perkara-perkara kecil bagi orang-orang yang berjiwa besar, mendorong-dorong bagi orang yang cendikia, berbuat cabul bagi orang yang tahu harga diri, berbuat sewenang-wenang bagi orang yg mengenang masa depan
* Empat membawa kepada empat : Mengunci mulut membawa selamat, berbuat baik membawa kepada kemuliaan, menolong orang yang lemah membawa ketempat pimpinan, memnsyukuri nikmat membawa tambahan nikmat.
* Empat dikenal dengan empat : Pengarang karena karangannya, orang alim karena jawabannya, orang bijaksana karena perbuatannya, orang yang tabah karena kesanggupannya bertahan.
* Empat perkara menunjukkan akal : Menyukai ilmu pengetahuan, tenang sikapnya, tepat jawabannya, banyak benarnya.
* Empat perkara yg menunjukkan orang yg tdk dapat diberi tanggung jawab : Kacau tadbirnya, keji tutuirnya, sedikitr i'tibarnya, banyak sombongnya.
* Empat perkara menunjukkan seorang ahli siasat : Tak berubah air mukanya karena kritik, tajam matanya melihat kesempatan, dapat memilih pendapat yang berbeda-beda, senyum mukanya berhadapan dengan lawan.
* Empat sempurna karena empat : Sempurna ilmu karena amal, sempurna agama karena taqwa, sempurna amal karena niat, sempurna kehormatan diri karena wibawa.
Selengkapnya...
Selasa, 28 Agustus 2007
Hikmah kehidupan I (from : Hamka)
* "Persahabatan ialah untuk saling memperluas tujuan hidup, memperdekat kecocokan di dalam satu perkara, sehingga dapat didamaikan di dalam perkara yang lain'.
======
* " Wanita yang budiman adalah laksana matahari yang terbit di waktu fajar bagi orang yang menunggu kedatangan siang".
======
* " Orang yang mulutnya keras bersorak-sorak, tandanya persediaan di dalam tiada lagi".
======
* "Orang yang paling pandai mengambil muka didunia ini, itulah yang busuk hati ".
======
* " Sahabatlah yang dicari oleh budiman sebagai mencari uang. Budiman berhilang-hilang tempo, berhabis-habis hari menambah sahabat, teman sejawat untuk menumpuk rasa hati. Sebab kita yakin bahwasannya dapatnya seorang sahabat, berarti satu pintu kesucian diri telah terbuka. Dapat dua sahabat, dua pinti telah terbuka, dapat tiga sahabat, tiga pintupun terbuka".
======
* "Kekuatan otak itu menimbulkan angan-angan, pikiran, kehendak, ingatan, cita-cita dan lain-lain yang timbul daripada akal dan nafsu. Kehidupan otak itu timbul dari kekuata zat oksigen, yaitu zat yang disebut zat pembakar".
=======
* "Kehidupan ini laksana tenunan yg selalu bersambung. Sekalian makhluk di muka bumi ini seakan-akan tidak terlihat di dalam tenunan ini, karena sangat kecil. Maka tenunan hayat yang kita liohat ini adalah ujung dari pangkal kain yang telah lau , yg bersambung , tiada putus, sejak dari awal tiada diketahui kapankah smampai kepada akhir yang belum diketahui, bilakah".
=======
* "Didalam menempuh jalan hidup janganlah mencoba menjarak dari Tuhan sebab kendali yang sebenarnya terpegang ditanganNya. Betapap
un kita memegang kemudi bahtera menuju pelabuhan yang dicita-cita, namun yang menentukan arah angin ialah Dia. Sebelum sampai ke tempat perhentian, janganlah lekas puas dan gembira jika nasib selamat, tetapi bersyukurlah !
Dan jika angin ribut menggoncangkan bahtera sehingga seakan-akan tiang akan patah, janganlah bergoncang jiwamu sebab sesudah angin ribut itu alam akan terang kembali, sebab itu hendaklah sabar".
=======
* Insan kamil ialah insan yang selalu meningkatkan kesempurnaan, selalu memandang hina akan perkara yang memang pantas dihinakan dan selalu pula memuliakan barang yang pantas dimuliakan, yg patut ditimbang, yang patut di malui".
=======
* Sayang dan benci janganlah dijadikan ukuran sebab rasa sayang menutupi mata melihat cacat dan keburukan sehingga yang tampak hanya bagusnya saja. Rasa benci menutupi mata dan melihat segala kebaikan. Yang tampak hanya cacat dan buruknya saja. Sebab itu perasaan janganlah mengalahkan akal".
=======
Selengkapnya...
Kamis, 09 Agustus 2007
ILMU
ILMU
Sabda Rasulullah :
"Barangsiapa mengamalkan apa-apa yang ia ketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya, dan Allah akan menolong dia dalam amalannya sehingga ia mendapatkan surga. Dan barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya, maka ia tersesat oleh ilmunya itu, dan Allah tidak menolong dia dalam amalannya, sehingga ia akan mendapatkan neraka."
================
Ali bin Abi Thalib :
"Ilmu lebih utama dari pada harta, ilmu adalah pusaka para nabi, sedang harta adalah pusaka Qoru,Fir'aun dan para pengumbar nafsu."
"Ilmu lebih utama dari pada harta, karena ilmu itu menjagamu sedangkan harta malah engkau yang harus menjaganya."
"Ilmu lebih utama dari pada harta, karna diakhirat nanti pemilik harta akan dihisab, sedang orang berilmu akan memperoleh syafa'at."
==============
"Iman tanpa ilmu sama dengan pelita ditangan bayi, sedangkan ilmu tanpa iman bagaikan pelita ditangan pencuri."
===========
Hamka :
"Ilmu itu tiang untuk kesempurnaan akal. Bertambah luas akal, bertambah luaslah hidup, bertambah datanglah bahagia. Bertambah sempit pula hidup, bertambah datanglah celaka".
=======
"Tiada kekayaan lebih utama daripada akal. Tiada kepapaan lebih menyedihkan daripadakebodohan. Tiada warisan lebih baik daripada pendidikan."
Selengkapnya...
Jumat, 20 Juli 2007
AKAL
Akal adalah nikmat Allah yang mulia diberikan kepada manusia. Akallah yang menjadi bangsawan yang mulia. Benteng yang paling kuat terletak pada akal. Sebaliknya kehinaan yang rendah, karena tidak mempunyai akal atau tidak pandai mempergunakan akal dalam hidup.Kenyataannya semua barang apabila telah banyak jatuh nilainya. Tapi akal, makin banyak dan berkembang, tambah tinggi nilai orang yang mempunyainya.
Dan orang yang berakal berpikir dahulu sebelum berkata, hingga kata-katanya itu berisi hikmah dan mengandung pelajaran. Orang yang berakal/pandai akan mengangkat derajat bangsa dan kaumnya. Satu kaum akan tidak terpandang didalam masyarakat, kalau didalamnya tidak ada orang pandai berakal dan cerdik.
Bumi Allah akan subur, kalau disana diam orang-orang berakal dan cerdas. Tapi orang yang berakal akan disesatkan oleh akalnya kalau tidak dipimpin oleh ruh islam dan al-Qur'an. Dan sangat perlu dalam hidup ialah akal yang berjalan diatas hidayah dari Allah.
Disanalah sebenarnya pangkal segala bahagia dan keberuntungan
Selengkapnya...
